EXPLORE 250 EC dan Penyakit Jamur Curvularia
Fungisida sistemik dan sebagai zat pengatur tumbuh berwarna kuning kecoklatan berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi sawah, cabai, tomat, bawang merah, jagung, kentang, jeruk, kacang panjang, kedelai, krisan, semangka karet, kelapa sawit, tembakau dan mangga.
Fungisida ini efektif mengendalikan penyakit bercak daun pada bibitan sawit yang disebabkan oleh jamur Curvularia sp. Serangan jamur ini terjadi di bibitan sawit selama periode kering dan basah.
Gejala :
- Gejala awal tampak bintik kuning pada ujung daun
- Bercak membesar dan menjadi agak loncong, panjang sekitar 7-8 mm berwarna coklak terang dengan tepi kuning atau tidak.
- Bagian tengah bercak kadang kala tampak berminyak
- Gejala lanjut bercak menjadi nekrosi
- Beberapa bercak menyatu membentuk bercak besat tak beraturan
- Bagian tengah bercak mengering, rapuh, berwarna kelabu atau coklat muda.
Penyebab di lapangan yang di temukan di sebabkan oleh jamur Curvularia sp., Timbulnya penyakit ini disebabkan oleh kerapatan populasi bibit (<90cm), penggunaan air sungai untuk penyiraman dan ada nya gulma di sekitar areal pembibitan yang kemungkinan besar dapat menjadi inang (host) bagi jamur ini.
Penyebaran utama yang dapat di ketemukan setelah beberapa lama disebabkan oleh air sungai dan gulma.
Pencegahan dilakukan dengan meng-isolasi/memisahkan bibit yang terkena ke areal lain dan mengatur ulang jarak polibag di pembibitan.
Pengendalian efektif secara kimia dilakukan dengan Explore 250 EX, dosis penggunaan sesuai dengan label yang tertera pada kemasan.
EXPLORE 250 EC
- Bahan Aktif : Difenokonazol 250 g/l
- Isi Bersih : 250 ml
- Bentuk : Cairan
- Harga : Rp. 45.000.-


Comments